62-82244447165 CS@KampusCEO.com

Cara Mulai Bisnis Ekspor

 

Ekspor bagi sbagian UKM terdengar seperti hal yang mewah, bergengsi luar biasa. Seolah jika produknya sudah bisa ekspor, sudah dibeli orang luar negeri menjadikan sebuah prestasi yang luar biasa.

 

Yah, memang bukan hal mudah untuk bisa ekspor. Perlu langkah panjang dalam banyak hal, perlu persiapan yang sangat matang. Mengingat konsumen ekspor kita nantinya terpisah jarak yang cukup jauh, tidak saling mengenal sebelumnya, dan tentu saja regulasi administrasi tiap negara yang boleh jadi tak selalu sama.

 

Inilah yang kebanyakan menjadi alasan utama para pelaku UMKM/UKM enggan memulai bisnis ekspor. Padahal jika melihat dari sisi keamanan finansial dan situasi ekonomi seperti sekarang, mau tidak mau kita harus siap ekspor.

Dari sudut pandang keamanan finansial, bagaimanapun lebih banyak sumur penghasilan lebih aman. Dan ekspor, bisa menjawab masalah keamanan finansial ini.

 

Bayangkan jika suatu saat perekonomian dalam negeri sedang tidak bagus, omset kita pun ikut turun. Beda jika kita telah ekspor ke beberapa negara, meskipun perekonomian dalam negeri jatuh tapi bisa jadi berlaku sebaliknya di negara-negara yang lain, disana justru perekonomian sedang bagus. Penghasilan kita tentu saja sangat terbantu jika omset global kita bisa bertahan bahkan meningkat, meski situasi dalam negeri sedang tidak bagus.

 

Nah, dalam hal ekspor perlu kita luruskan kembali selurus-lurusnya. Ada sebuah “pakem” yang tak kasat mata yang selama ini menghantui, memblok pemikiran dari banyak para pelaku UMKM/UKM. Yakni, bahwa produk berkualitas ekspor harus sangat istimewa, super bagus, super berkualitas.

Pakem ini ternyata tidak sepenuhnya benar, karena produk yang disini kualitasnya biasa saja pun bisa diekspor, dengan tujuan ke negara yang tingkat perkembangannya di bawah negara Indonesia. Seperti Somalia, Bangladesh, dan lainnya. Produk kita yang kualitasnya biasa disini, tapi disana bisa jadi barang yang super mewah.

 

Jadi buat pelaku UMKM/UKM, jangan pernah minder. Semua ada pasarnya, tinggal bagaimana kita. Mau membidik segmen pasar yang mana. Jika memang targetkan pasar menengah ke bawah, produk yang kita ekspor tidak harus yang bernilai kualitas tinggi, bahkan keramik lantai yang KW terakhir disini orang jarang mau pakai, ternyata bisa laku keras diekspor. Jika mau target pasar menengah ke atas, seperti Eropa, Amerika dan sebagainya maka produk kita wajib memiliki standar kualitas yang terbaik, super kuat, super mewah, super semua kualitasnya.

 

Bagi yang mau memperdalam ekspor, yuk kita saling belajar dan berbagi disini. Kita ada pendampingan kelas ekspor tiap awal bulan dari pemula sampai yang mahir. Sayangnya karena keterbatasan waktu dan supaya efektif, kami membatasi hanya 35 orang tiap bulannya.

 

Bimbingannya komplit disertai dengan tutorial video hasil praktek yang sudah terbukti menghasilkan ratusan juta. Tak perlu takut kantong jebol, biayanya murah kok, setara dengan biaya ngopi….he…he….he. Tapi bukan murahan ya, karena HARUS SERIUS! Tidak serius, langsung dikeluarkan dari kelas. Jadi jangan sampai terlewat ya!

 

Dibawah ini ada beberapa hal yang perlu ada dalam memulai bisnis ekspor. Untuk lebih jelas cara memulai dan strateginya, kita akan berbagi via bimbingan selanjutnya, segera chat admin disini

 

Open chat