62-82244447165 CS@KampusCEO.com

Pada jaman purbakala, manusia kala itu mencari makanan dengan cara berburu dan mengambil di hutan yang bisa dimakan langsung, seperti buah-buahan dan sayuran. Mencari nafkah seperti ini, identik dengan membuka penambangan logam, entah timah, nikel, emas atau lainnya, Miningset. Mengeruk hingga habis bahan tambangnya, jika sudah habis lalu pindah ke yang lainnya.

Namun seiring perkembangannya, mereka kemudian mulai berpikir untuk menanam sebagian hasil hutan yang diambilnya, demikian juga dengan hewan hasil buruannya sebagian dimakan sebagian diternakkan ala kadarnya. Dengan cara seperti ini akhirnya mereka memiliki 2 sumber mata pencaharian, yaitu penghasilan langsung dari berburu hewan yang langsung bisa diolah untuk dimakan dan penghasilan tidak langsungnya dari hasil beternak dan menanam buah-buahan.

Bagaimana dengan era sekarang? Secara garis besar kita semua terbagi dalam 4 kuadran yang saling berkaitan, saling menguatkan. Ada yang di Kuadran Pegawai, mulai dari (maaf) bagian Celaning Service hinga Direkturnya semuanya masuk disini. Bekerja dapat penghasilan, jika tidak bekerja maka juga tidak dapat penghasilan. Buktinya jika ada pegawai ijin tidak masuk kerja selama berbulan-bulan, apakah Yang Bersangkutan tetap digaji perusahaan? Tentu tidak!

Sama seperti di kuadran Wiraswasta, hanya beda di waktu bekerja dan besaran penghasilannya yang lebih bebas, kuadran ini menentukan sendiri jam kerja dan besar penghasilannya. Meliputi semua profesi pedagang, toko, bengkel, dokter, artis, pengerajin, pengacara dan sebagainya. Jika mereka bekerja dapat penghasilan, jika tidak bekerja maka juga tidak dapat penghasilan. Ini karena di kuadran ini kita sebagai pelakunya tidak memiliki Sistem sendiri, tapi merupakan bagian dari Sistem yang ada.

 

Di kuadran B, mencari nafkahnya dilakukan secara Tim, secara berjamaah sehingga hasil yang diperoleh pun lebih besar. Seperti ibadah bagi yang  Muslim, sholat berjamaah mendapat 27 kebaikan sedangkan sholat munfarid/sendirian mendapat 1 kebaikan.  Di kuadran ini, pelakunya membangun reputasi/brand, SISTEM, dan ASET.

Dari sebuah reputasi bisnis berbasis SISTEM, segala macam ada mulai dari SISTEM Perekrutan, Operasional, Penilaian, Penggajian, Kenaikan Jabatan, Penjualan, Keamanan, Kebersihan, dan lain-lain. Memastikan semua SISTEM ini dapat berjalan dengan baik inilah yang akhirnya menjadikan Bisnisnya sebagai AutoPilot dan menghasilkan ASET. Jadi jika kita ingin bisa jalan-jalan, bebas waktu dan finansial, segera secara bertahap melangkah ke kuadran kanan. Sambil nanti bila sudah stabil penghasilan di kuadran kanan, kita bisa lepaskan penghasilan dari kuadran kiri jika mau, atau jika memungkinkan berjalan keduanya, kenapa tidak…

Membangun bisnis dan penghasilan dari kuadran kanan memungkinkan pemiliknya untuk bebas waktu dan finansial, termasuk bagus sebagai persiapan menghadapi masa pensiun. Setiap kuadran dibutuhkan keterampilan dan Mindset yang berbeda-beda. Namun semuanya memiliki kesamaan, yaitu sama-sama harus bekerja keras dan cerdas sejak di awal. Tidak ada hasil instan, semuanya perlu proses dalam rangka pembelajaran dan pendewasaan.

Open chat